Manusia adalah gudang kebimbangan. Manusia takkan pernah
bisa luput dari dilema kebimbangan. Manusia selalu penuh dengan keraguan,
kekhawatiran, ketakutan, keserakahan, kemunafikan. Manusia selalu di kelililngi
oleh godaan hawa nafsu. Cinta, kasih sayang, tulus,ikhlas, tanpa pamrih memang
akan membersihkan segalanya. Namun tak jarang pula manusia dibutakan oleh
cinta. Cinta memang membuat semuanya terasa manis, namun bagaimana jika semua
itu hanya fatamorgana kehidupan. Bagaimana jika semua itu akan menghambat
sesuatu yang seharusnya terjadi ?
Memang benar tak ada yg salah tentang cinta. Cinta itu suci
walau sering dikambing hitamkan. Cinta Allah SWT kepada umatnya merupakan satu
contoh kesempurnaan cinta suci. Tanpa pamrih, tanpa berharap. Hanya memberi ...
memberi sinergi positif untuk menggapai hal positif.
Dunia memang datar tanpa cinta. Bahkan mustahil dunia tanpa
cinta. Karena dunia memang terlahir karena cinta.
Cinta kepada Allah SWT. Cinta kepada Ibu, keluarga, teman.
Saat ini hanya itu yg kutahu. Aku masih mencoba mngerti. Aku tak lihai dalam
urusan cinta selain itu. Aku tak tau cara bermain dalam hal itu.Maafkan aku yg
tak seperti mereka.
Aku hanyalah manusia biasa yg tak sempurna. Aku hanyalah
manusia yg masih dipenuhi keraguan, kegelisahan, ketidaktahuan, dan prasangka. Wahai
hati yg penuh keraguan, Kita sama-sama tau kemana kita harus mengadu untuk memantapkan
hati menentukan suatu jawaban. Karena memang banyak yg harus dipertimbangkan hanya untuk
meyakinkan diri. Aku masih belajar memahami, mengenali, dan mengerti. Belum
jelas terlihat niatmu. Aku butuh bimbingan bukan deretan kata rasa madu. Karena memang untuk memantapkan satu hal itu
sangat susah. Namun satu hal yg harus diyakini jika semua memang sudah tertulis
maka sehebat apapun kita menghindarinya, sehebat apapun kita mendekatinya maka
akan tetap terjadi.
(“Hadir dan mengalir”. Itulah air. Tidak pernah ada cerita
air mentok. Dia pasti akan mencari jalanya sendiri bergerak kesegala arah
: WS.
RENDRA )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar