Ketika kenyataan lebih sering berjalan berlainan dengan arah
harapan. Bukan berarti kita harus berhenti berharap. Itu merupakan pertanda
kita harus menunduk. Bersyukur atas apa yang belum kita sadari sebagai anugerah
yang tanpanya kita bukan apa-apa. Bukan masalah besar/kecil, ikhlas/pamrih,
boleh/tidak, dan lain sebagainya. Bukan fisik yang penting untuk diperhatikan,
cobalah mulai untuk memperhatikan lebih dalam hal-hal yang tak terlihat, yang
ada didalam diri misalnya. Renungkanlah, untuk apa hakikatnya hidup kita ini.
Berikan waktu sejenak saja untuk dirimu sendiri. Tanpa memikirkan persepsi
orang lain, tanpa mengkhawatirkan masa depan, menyesali masa lalu dan lain
sebagainya. Sekali lagi, cobalah berikan waktu untuk diri kita sendiri untuk
menikmati saat sekarang ini, detik ini juga tanpa memikirkan hal-hal yg sudah saya
sebutkan tadi. Disaat itulah dirimu sebenarnya muncul. Bersyukur, dengan mulai
menerima dirimu apa adanya. Tak perlu menjadi siapapun. Tak perlu berpura-pura
menjadi sosok yang menyenangkan. Sebaik-baiknya karakter seseorang adalah
dengan menjadi dirisendiri. Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar