RASA YANG TAK TERUNGKAP
Telah kurenungkan kata terindah
Hingga musim telah berganti
Hujan telah menjadi pelangi
Namun tak kutemukan
...
Kuperhatikan sejenak lebih dalam
Wajah bahagia kita bertiga
Untuk yang kesekian kalinya
Hati ini bersenandung menciptakan puisi batin
Puisi yang begitu tulus
Hingga membuat air mata ini menetes
Aku berusaha kembali
Mencoba menggambil pena dan kertas kosong
Menuangkan apa yang aku rasakan
Menceritakan senandung batinku
Tetap saja tangan ini terasa sangat kaku
Pikiranku beku
Tak mampu menerjemahkan senandung bahagia hati ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar