Sabtu, 10 Oktober 2015

RASA YANG TAK TERUNGKAP


Telah kurenungkan kata terindah

Hingga musim telah berganti

Hujan telah menjadi pelangi

Namun tak kutemukan

...

Kuperhatikan sejenak lebih dalam

Wajah bahagia kita bertiga

Untuk yang kesekian kalinya

Hati ini bersenandung menciptakan puisi batin

Puisi yang begitu tulus

Hingga membuat air mata ini menetes

Aku berusaha kembali

Mencoba menggambil pena dan kertas kosong

Menuangkan apa yang aku rasakan

Menceritakan senandung batinku

Tetap saja tangan ini terasa sangat kaku

Pikiranku beku

Tak mampu menerjemahkan senandung bahagia hati ini


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar