Rabu, 14 Oktober 2015
Sabtu, 10 Oktober 2015
RASA YANG TAK TERUNGKAP
Telah kurenungkan kata terindah
Hingga musim telah berganti
Hujan telah menjadi pelangi
Namun tak kutemukan
...
Kuperhatikan sejenak lebih dalam
Wajah bahagia kita bertiga
Untuk yang kesekian kalinya
Hati ini bersenandung menciptakan puisi batin
Puisi yang begitu tulus
Hingga membuat air mata ini menetes
Aku berusaha kembali
Mencoba menggambil pena dan kertas kosong
Menuangkan apa yang aku rasakan
Menceritakan senandung batinku
Tetap saja tangan ini terasa sangat kaku
Pikiranku beku
Tak mampu menerjemahkan senandung bahagia hati ini
Bersyukur. Satu pesan dari mamahku yg selalu kuingat setiap
kali aku mulai putus asa. Bersyukur , disaat sesempit apapun keadaanmu.
Tetaplah bersyukur meski cobaan bertubi-tubi menghampirimu.Tetaplah bersyukur
walau disaat tersulitmu. Selalu ingat ada kekuatan maha dahsyat yg akan tetap
melindungi setiap umatnya. Sekali lagi rasakan dari hatimu betapa masih
beruntungnya kita diantara banyak saudara kita.
Renungkan, dan rasakan kenikmatan luar biasa dari bersyukur
hingga terkadang air mataku tak sengaja menetes, tanda syukur kebahagiaan.
Jangan pernah menyesali keadaan, karena sejatinya kitalah yg membuat ini semua
terjadi. Syukuri saja apa yg sudah ada, terima... jangan terlalu fokus mengeluh apa yg
seharusnya kita dapat. Itu semua tak ada gunanya.
Bersyukur bersyukur dan bersyukr. Bersyukur tak hanya diukur dari materi.
Kenikmatan tak hanya bersumber dari materi. Ketenangan jiwa adalah anugerah
terbesar yg bisa dirasakan setiap insan manusia. Dimana kita akan merasakan
indahnya nikmat dan karunia sang ilahi yg tak kan mungkin bisa kita
hitung. Bahkan ini akan terasa indah
bila air matamu hingga dapat menetes menyadari betapa masih beruntungnya keadaan
kita saat ini ditengah berbagai keluhan yg selalu kita ucapkan.
Ketika kenyataan lebih sering berjalan berlainan dengan arah
harapan. Bukan berarti kita harus berhenti berharap. Itu merupakan pertanda
kita harus menunduk. Bersyukur atas apa yang belum kita sadari sebagai anugerah
yang tanpanya kita bukan apa-apa. Bukan masalah besar/kecil, ikhlas/pamrih,
boleh/tidak, dan lain sebagainya. Bukan fisik yang penting untuk diperhatikan,
cobalah mulai untuk memperhatikan lebih dalam hal-hal yang tak terlihat, yang
ada didalam diri misalnya. Renungkanlah, untuk apa hakikatnya hidup kita ini.
Berikan waktu sejenak saja untuk dirimu sendiri. Tanpa memikirkan persepsi
orang lain, tanpa mengkhawatirkan masa depan, menyesali masa lalu dan lain
sebagainya. Sekali lagi, cobalah berikan waktu untuk diri kita sendiri untuk
menikmati saat sekarang ini, detik ini juga tanpa memikirkan hal-hal yg sudah saya
sebutkan tadi. Disaat itulah dirimu sebenarnya muncul. Bersyukur, dengan mulai
menerima dirimu apa adanya. Tak perlu menjadi siapapun. Tak perlu berpura-pura
menjadi sosok yang menyenangkan. Sebaik-baiknya karakter seseorang adalah
dengan menjadi dirisendiri. Sekian.
Langganan:
Komentar (Atom)