Selasa, 04 November 2014

PUING-PUING KEBAHAGIAAN

Kususuri setiap jengkal jalan setapak ini. Kuperhatikan dengan teliti dan mulai kuambil puing-puing kebahagiaanku. Terkadang aku mundur beberapa langkah hanya untuk memastikan tak ada puing kebahagiaan yang luput dari pandanganku.

Aku mulai berjalan kembali mencari setiap puing kebahagiaan yang telah dipersiapkan oleh-NYA. Kumencari dan terus mencari karena aku mengerti waktu yang hilang takkan bisa kupinta kembali.Aku berhenti. Mulai jelas kurasakan rasa sakit ditelapak kaki dan punggungku. Aku mulai lelah dan menyerah.  Jalanku sudah sejauh ini, puing-puing ini masih saja terasa kurang. Terlebih terkadang aku juga secara sengaja melanggar jalurku. Tak jarang pula kujatuhkan puing-puing ini hingga hilang begitu saja.Ujung yang kunanti juga tak kunjung tampak. Yaa.. aku tersesat :(

Ku mencoba berbalik arah dan kumulai kembali dari awal. Kupungut kembali puing-puing kebahagiaan yang kutinggalkan. Kuperbaiki setiap inci yang rusak. Lalu kuteruskan mencari puing-puing lain dengan semangat dan harapanku yang tersisa. Entah sampai harus kemana lagi dan sampai kapan lagi aku akan terus berjalan. Rasanya ingin sekali kusewa joki dan mencari semua puing kebahagiaanku. Namun "uang" tak berlaku disini.

Aku menyadari sejatinya kehidupan ini bak sebuah perjalanan setiap insan manusia. Ketika nafasku masih berhembus, maka aku harus terus berjalan mencari puing-puing untuk puzzle kehidupanku.

Aku salah persepsi. Kebahagiaan sejatinya bukan diukur dari seberapa cepat kita mengumpulkan puing-puing ini dan menyusunya menjadi bentuk yg indah, melainkan sberapa besar kita menikmati setiap jengkal langkah perjalanan kita. Karena jika puing-puing ini sudah terkumpul kita akan berhenti dijalan. D isaat itulah perjalanan kehidupan kita selesai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar