Merupakan hal yang aneh bila jalan selalu lurus. Tak dapat dipungkiri, terkadang kita pasti menemui tanjakan, turunan, tikungan bahkan seringkali kita berhenti berjalan dijalan yang kasar dan berlubang. Sejatinya aku hanyalah hamba sahaya. Tak ada satupun hal didalam diriku yang patut dibanggakan dihadapan-NYA. Inilah aku dengan segala sifat kemanusiaanku. Terkadang aku sedih, kecewa, marah, egois, dan semua sifat sekawanya. Sering pula aku merasa tinggi hati dan senang yang berlebihan hingga penyesalan tak sungkan menghampiriku. YA... memang ini pantas buatku. Penyesalan demi penyesalan sering menghampiriku. Ya Allah apa salahku ?? Mengapa penyesalan sering menghampiriku ? . Itulah sebagian kecil pertanyaan hati yang dulu kerap mengisi benakku.
Namun kini kusadari penyesalan tak selamanya berupa petaka. Mungkin memang benar sakit rasanya bila kenyataan tak sesuai harapan. Namun aku kerap kali lupa siapa aku . YA... sekali lagi aku hanyalah seorang hamba. Rencanaku tak sesempurna rencana-NYA. Dengan teguran penyesalanlah aku didekatkan oleh-NYA. Detik ini kutermenung dan menyadari bahwa penyesalan yg selama ini kubenci adalah anugerah dari Allah SWT untukku, hambanya. Dengan ini Allah menegurku, berbicara melalui hatiku. Dengan penyesalan seperti inilah aku diperlihatkan kurangnya diriku. Dengan penyesalan inilah aku dapat menangis dan mencurahkan isi hatiku pada-NYA. Sungguh hina diri ini ketika aku hanya menganggap hal yg "menyenangkan" saja sebagai anugerah sedangkan masih banyak anugerah lain yg kudustakan. Sungguh malunya diriku ketika aku hanya menjadikan terkabulnya harapanku sebagai tolok ukur untuk mensyukuri nikmat-MU.
Kini aku mulai beranjak dewasa. Penyesalan-penyesalan ini takkan menjadi penghalang hati dan langkahku. Penyesalan ini takkan membuatku terpuruk untuk yg kesekian kalinya. Kujadikan ini sebagai motivasi untuk terus berikhtiar. Kini aku akan memulai kembali, bangkit dan tersenyum menyambut dunia ini merekah. Kini Penyesalanku bukan karena tidak tercapainya keinginanku melainkan penyesalanku yg selama ini dan sampai saat ini masih mendustakan banyak nikmat-MU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar