Jumat, 21 November 2014

MY BEST HERO

"Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya kepada kalian..." ( Tere Liye )

Begitulah sekelumit kata yang pernah mencengangkan batinku ketika aku membaca salah satu buku karya Tere Liye. Hingga saat ini kalimat ini sering menjadi alarm pribadiku dalam menentukan langkahku.Di era dunia yang semakin menyeretku untuk turut serta dalam kekacauan ini, mengingatmu "Ibu" menenangkan batinku. Kusebut namamu dan kuingat wajahmu disetiap langkah kakiku. Kutahu doamu kan selalu bersamaku dan menuntunku menuju jalan bahagia yang telah dirancang oleh-NYA.
Sering aku melakukan hal yang menyimpang dari prinsip hidupku lalu dalam kedamaian renungan kau hadir dan meluruskan niatku.

Ingin rasanya kuberikan semuanya untukmu. Namun aku hanyalah seorang anak yg bahkan menunjukkan rasa cintaku pada ibuku saja aku tak cukup pandai. Karena keterbatasanku dalam lisan, aku berusaha menunjukkan rasa itu melalui tindakanku walau pada faktanya sering gagal pula. Disetiap langkahku selalu kumencari bagian mana yg dapat membuatmu bangga dan bahagia karena aku. Walau terkadang virus-virus sumber racun kehidupan remaja sering bersarang didalam diriku dan kerap kali membuatmu kecewa dan sedih. Semoga suatu saat nanti, kita semua diberi kesempatan terindah untuk membahagiakan kedua orang tua kita masing-masing.
"Mamah..  terima kasih atas semua ini. Bagi nanda, mbak elin, gilang mamah yang terbaik. We always love you more and more :* "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar