Kamis, 27 November 2014

westlife-more than words

Saying I love you,
Is not the words,
I want to hear from you,
It's not that I want you,
Not to say but if you only knew,
How easy,
it would be to show me how you feel,

More than words,
is all you have to do,
to make it real,
Then you wouldn't have to say,
that you love me,
Cause I'd already know,

What would you do,
if my heart was torn in two,

More than words to show you feel,
That your love for me is real,

What would you say,
if I took those words away,

Then you couldn't make things new,
Just by saying I love you,

It's more than words,
It's more than what you say,
It's the things you do,
oh yeah,
It's more than words,
It's more than what you say,
It's the things you do,
oh yeah,

Now that I've tried to,
talk to you and make you understand,
All you have to do,
is close your eyes,
And just reach out your hands,
and touch me,
Hold me close don't ever let me go,

More than words,
is all I ever needed you to show,
Then you wouldn't have to say,
that you love me,
Cause I'd already know,

What would you do,
if my heart was torn in two,

More than words to show you feel,
That your love for me is real,
What would you say,
if I took those words away,
Then you couldn't make things new,(no no)
Just by saying I love you.....

Jumat, 21 November 2014

MY BEST HERO

"Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya kepada kalian..." ( Tere Liye )

Begitulah sekelumit kata yang pernah mencengangkan batinku ketika aku membaca salah satu buku karya Tere Liye. Hingga saat ini kalimat ini sering menjadi alarm pribadiku dalam menentukan langkahku.Di era dunia yang semakin menyeretku untuk turut serta dalam kekacauan ini, mengingatmu "Ibu" menenangkan batinku. Kusebut namamu dan kuingat wajahmu disetiap langkah kakiku. Kutahu doamu kan selalu bersamaku dan menuntunku menuju jalan bahagia yang telah dirancang oleh-NYA.
Sering aku melakukan hal yang menyimpang dari prinsip hidupku lalu dalam kedamaian renungan kau hadir dan meluruskan niatku.

Ingin rasanya kuberikan semuanya untukmu. Namun aku hanyalah seorang anak yg bahkan menunjukkan rasa cintaku pada ibuku saja aku tak cukup pandai. Karena keterbatasanku dalam lisan, aku berusaha menunjukkan rasa itu melalui tindakanku walau pada faktanya sering gagal pula. Disetiap langkahku selalu kumencari bagian mana yg dapat membuatmu bangga dan bahagia karena aku. Walau terkadang virus-virus sumber racun kehidupan remaja sering bersarang didalam diriku dan kerap kali membuatmu kecewa dan sedih. Semoga suatu saat nanti, kita semua diberi kesempatan terindah untuk membahagiakan kedua orang tua kita masing-masing.
"Mamah..  terima kasih atas semua ini. Bagi nanda, mbak elin, gilang mamah yang terbaik. We always love you more and more :* "

Minggu, 09 November 2014

Ceritaku Bersamamu

Hari ini aku dan tiwul ( Chynthia Wulan ) begitu aku sering memanggilnya memiliki beberapa agenda, salah satunya lari-lari pagi bersama. Akhirnya setelah beberapa kali merencanakan dan selalu batal  karena berbagai alasan, hari ini kita bisa lari pagi bersama.
Janjian jam 6 tapi seperti biasa jam setengah 7 tiwul baru sampe rumahku. Detik itu juga kami langsung capcus lapangan Rindam. Begitu memasuki lapangan dalam, kita pemanasan kecil-kecilan. Menggerakkan tangan kaki gak jelas gitu . Pada saat itu juga seperti biasa ada banyak ibu-ibu senam aerobik dengan sangat antusias. "Nda senam wae yo.." tiwul memulai percakapan. "Haa ?? kuwi kan levele ibu-ibu lari wae ah tiw ben berkeringat" jawaabku meremehkan. Oke untungnya tiwul setuju dan kita berdua lari. Satu putaran lari, satu putaran jalan santai begitu terus hingga kita mulai bosan dan kelelahan. Dipuncak kelelahan kami berhenti dan dengan terpaksa aku menuruti keinginan tiwul kembali. YA.. senam aerobik yang mayoritas ibu-ibu. Begitu melihat tiwul yang dengan sangat amat berantusias mengikuti gerakan instruktur senam aku mencoba untuk mengikutinya. Satu dua tiga empat.. asyik juga ternyata. Kami berdua senam sambil bersenandung gak jelas. Baru sekitar 15 menit kita bergabung, senam telah usai. Tak terasa juga keringatku mengucur dengan derasnya bahkan melebihi saat aku lari bolak balik tadi. Padahal aku hanya mengikuti seperlima dari senam keseluruhan. Wowowowo.. bisa dibayangkan betapa hebatnya ibu-ibu ini yg sejak sebelum aku tiba tadi sudah berjejer rapi. 

Oke tenaga kita terkuras saat senam sekarang saatnya istirahat sambil menyaksikan atraksi wushu. Sebenarnya walaupun kita berada digardu paling depan dengan atraksi dan mata kita mengarah kepada pendekar wushu yg sedang tampil, tapi pikiran dan mulut kita lebih sibuk berbincang tentang khayalan kita wkwkwk.. ya ini salah satu tradhisi yg tidak akan pernah terlewatkan jika kita kumpul seperti ini yakni "berkhayal" :)) .

"Nda saiki wes jam piro ?", tiwul bertanya serius. " Jam 8 kurang 15" jawabku cuek. "Lho dewe kan ono try out online jam 8 ?" jawabnya dengan mata melotot. Seketika itu juga kami bergegas meninggalkan lapangan karena 15 menit lagi try out yg menurut kami penting akan dimulai. Kruscukk.. krucukk.. wkwkwk kami tertawa lepas. Suara perut kami agaknya memberi signal bahwa kami haru makan terlebih dahulu. Ada pepatah mengatakan jika urusan perut beres, maka semua akan beres.Nah kita juga salah satu penganut paham pepatah tersebut, jadi kami putuskan untuk makan dulu kebetulan kami juga belum sarapan.

Bukan cewek namanya kalo kita gak rempong. Meski waktu semakin menyempit, kita malah dengan santainya berjalan dari ujung ke ujung memilih makanan yg pas untuk sarapan. Bahkan kita juga sempet-sempetnya pergi keparkiran dulu ambil minum dan balik lagi kelapangan untuk beli makanan. Dan anehnya lagi menu sarapan yg kita pilih tetap pada rencana awal sebelum kita muter-muter tadi ckckckck..-_-.Masalah terus berlanjut, karena terlalu asyik curhat dan ngobrol mondar mandir gajelas kami lupa bahwa sekarang detik ini juga try out sudah dimulai. Untung ada tragedi tiwul kejatuhan ulet kalo enggak sudah berakhirlah nasib try out kita. Begitu sadar kami langsung bergegas pulang.

Perjalanan pulang banyak mini bus yg tiba-tiba datang membawa pasukan yg entah darimana dan menghalangi jalan. Yaa Allah.. kenapa selalu ada yg tidak beres ketika disaat-saat genting seperti ini. Akhirnya setelah nekad dan bersusah payah kita berhasil lolos. 

Tepat pukul 08.30 kita sampai dirumah. Langsung ribet buka ini itu, download LJK, download soal, baca petunjuk pengisian dan sebagainya itu memakan waktu yg lumayan lama. Ada tragedi downloadnya gagal, passwordnya lupa juga. Pokoknya kita mulai mengerjakan soal sekitar pukul 09.00 dan waktu sudah hangus 60 menit tinggal 40 menit tersisa dg jumlah soal 120. Super sekali :((

Niatnya kita mau bagi soal aku mengerjakan soal genap dan tiwul ganjil, kan online jadi gak bakalan ketauan.Suasana hening setelah berjalan 5,6,7 menitan barulah kami saling tatap dengan muka super duper melas. Seketika itu juga kami mengangguk mengerti, ya soal-soal ini terlalu aneh, keputusan terbaik kita akan mengerjakan bersama-sama wkwkwkwk. Waktu tinggal 10 menit ( + 10menit lagi etoleransi waktu ) kami mulai nyicil mengisi LJK online kami walaupun baru sebagian soal yg mampu kami jawab. Meskipun suasana seperti ini kita masih saja bersendau gurau hingga entah apa yg kami perbuat tiba-tiba kami menekan tombol "sent" yg berarti kami telah mengirim LJK kami yg belum selesai wawawawawa.. bagaimana ini kami hanya bisa ternganga dan tertawa memikirkan apa yg baru saja kami lakukan. Yasudahlah kami pasrah saja nasi sudah menjadi bubur.

Tragedi hari ini cukup sukses membuat kita lapar karena kebanyakan cekikikan. Karena lapar, kami bikin mie goreng bersama dan makan bersama juga. Hari ini kami banyak membicarakan hal-hal yg menyenangkan. 

Memang hari akan selalu menyenangkan jika kita lalui bersama dengan orang-orang tersayang termasuk sahabat. Alhamdulillah nikmat Allah SWT memang luar biasa. Ini ceritaku hari ini, mana ceritamu ? ? :)



Sabtu, 08 November 2014

TENTANG KALIAN ( FORPIS )

 

Forum Palang Merah Remaja Indonesia atau disingkat FORPIS. Ya.. diforum inilah kita dipertemukan setahun yg lalu guys :). Setahun sudah berlalu, tak terasa kini sampailah kita pada ujungnya. Hari ini kita bersama-sama ikut menyaksikan penobatan anggota FORPIS periode 2014/2015. Tiga minggu waktu yang kita gunakan untuk persiapan acara ini tak disangka membuat kita semakin akrab satu sama lain. Hampir tiga minggu ini, aku merasakan bahwa kalian seperti keluarga keduaku. Begitu menyenangkan diantara kalian semua. 

Berbagai macam persiapan sudah semaksimal mungkin kita lakukan, hari penting itu tiba juga. Hari pertama. Pada hari itu bisa dibilang cukup sukses walaupun para peserta masih enggan bersuara dan malu-malu. Walaupun kami ( panitia dan peserta ) berusaha untuk bersatu tapi masih belum sepenuhnya menyatu. Hari kedua. Hari itu sukses berat. Permainan dan materi yang direncanakan berjalan sukses dan meriah. Yang paling penting menurutkupada saat itu para peserta antusias mengikuti setiap season yang ada. Hari ketiga, saatnya outbound keluar markas. Hari itu bisa dinilai sukses berat. Semua peserta dan panitia membaur menjadi satu melaksanakan tugas masing-masing. Pada hari itu kita juga ditemani oleh banyak KSR PMI. Senang rasanya bisa menjadi bagian dari kalian semua para relawan PMI Kota Magelang. Pokoknya intinya 3 minggu ini waktu yang sangat berkesan. Walaupun tadi untuk ukuran penutupan bisa dikatakan agak "krik rik" berhubung banyak yg galau.Tapi Tiga minggu ini kalian telah banyak mengajariku banyak hal. Kawan kalian semua luar biasa. Walaupun hanya bersepuluh namun semangat kalian mengalahkan beribu-ribu jiwa manusia ( wkwkwkk lebay ). Dari hatiku yang terdalam aku senang bertemu dengan kalian semuaa yuni, bella, diva,krisna, niam, ilham, pandu, tegar. Ilham, terima kasih sudah menjadi koorcab kita dan membimbing kita. Untuk Sandra , awe juga walaupun kalian bukan bagian dari kami ( FORPIS ) namun tanpa kalian kami bukan apa-apa. Bahkan dedikasi kalian melebihi kami sendiri sebagai anggota FORPIS. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh relawan/ KSR PMI Kota Magelang atas bimbingan, semangat, partisipasinya dan atas semuanya aja ya. Terima kasih semuanyaaa :) Takkan lelah aku mengatakan bahwa kalian " Luar Biasa" guys :). Tetap seperti ini ya..

Tiga minggu ini menjadi salah satu pengalamanku yang berharga. Kini kita kembali kerutinitas kita masing-masing sebagai pelajar. Semangat belajar dan fokus UAN. Semangat meraih cita-cita. Semangat meraih bintang dilangit. Tapi lepas dari itu semua ingat selalu kata-kata mbak minuk ya guys. Kita ini seorang relawan. Kita bagian dari Palang Merah Indonesia, ya walaupun dedikasi kita belum seberapa :). Untuk itu tidak ada alasan untuk kita berhenti berkecimpung didunia kemanusiaan. 

Untuk FORPIS 2014/2015 semangat bekerja ya.. selamat menyusun proker-proker hebat dan selamat menjadi orang hebat. Jangan lupa doain kita supaya sukses UAN dan PTN maupun karirnya.

Dan yang terakhir ingat juga kita masih punya group di facebook ya, jadi meski kita untuk saat ini agak sibuk karena UAN dan bla.. blaa... bla sempetin waktu buat komunikasi lewat facebook ya seperti kata kak aji tadi. OK guys ?? ^_^

Sebagai penutup aja ya " I swear from my deepest heart i'm very lucky to be part of you all. I love you all guys .. keep together :)" Siamo Tuti Frateli :))))))))



Selasa, 04 November 2014

PUING-PUING KEBAHAGIAAN

Kususuri setiap jengkal jalan setapak ini. Kuperhatikan dengan teliti dan mulai kuambil puing-puing kebahagiaanku. Terkadang aku mundur beberapa langkah hanya untuk memastikan tak ada puing kebahagiaan yang luput dari pandanganku.

Aku mulai berjalan kembali mencari setiap puing kebahagiaan yang telah dipersiapkan oleh-NYA. Kumencari dan terus mencari karena aku mengerti waktu yang hilang takkan bisa kupinta kembali.Aku berhenti. Mulai jelas kurasakan rasa sakit ditelapak kaki dan punggungku. Aku mulai lelah dan menyerah.  Jalanku sudah sejauh ini, puing-puing ini masih saja terasa kurang. Terlebih terkadang aku juga secara sengaja melanggar jalurku. Tak jarang pula kujatuhkan puing-puing ini hingga hilang begitu saja.Ujung yang kunanti juga tak kunjung tampak. Yaa.. aku tersesat :(

Ku mencoba berbalik arah dan kumulai kembali dari awal. Kupungut kembali puing-puing kebahagiaan yang kutinggalkan. Kuperbaiki setiap inci yang rusak. Lalu kuteruskan mencari puing-puing lain dengan semangat dan harapanku yang tersisa. Entah sampai harus kemana lagi dan sampai kapan lagi aku akan terus berjalan. Rasanya ingin sekali kusewa joki dan mencari semua puing kebahagiaanku. Namun "uang" tak berlaku disini.

Aku menyadari sejatinya kehidupan ini bak sebuah perjalanan setiap insan manusia. Ketika nafasku masih berhembus, maka aku harus terus berjalan mencari puing-puing untuk puzzle kehidupanku.

Aku salah persepsi. Kebahagiaan sejatinya bukan diukur dari seberapa cepat kita mengumpulkan puing-puing ini dan menyusunya menjadi bentuk yg indah, melainkan sberapa besar kita menikmati setiap jengkal langkah perjalanan kita. Karena jika puing-puing ini sudah terkumpul kita akan berhenti dijalan. D isaat itulah perjalanan kehidupan kita selesai.