Senin, 31 Agustus 2015

Bahagia atau tidaknya kehidupan kita sebenarnya tergantung dari pribadi kita masing-masing. Satu hal yg pasti, hidup tidak mungkin stagnan disatu keadaan. Hidup tidak mungkin datar-datar saja.  Apa tujuan hidup ? Untuk sukses kah ? Untuk bahagia kah ? Untuk apa ?

Setiap orang memaknai kesuksesan hidup mereka dalam standar yang berbeda-beda. Tergantung dari background, motivasi, serta pengetahuan masing-masing individu. Sebagian ada yg memilih hidup hedonisme dan apapun yang berhubungan dengan kesenangan duniawi, ada juga kaum intelektual yang mendedikasikan hidup mereka untuk perkembangan pengetahuan, ada yg menjadikan keluarga sebagai tolok ukur kebahagiaan mereka, banyak juga jiwa-jiwa relawan yang mempelopori kegiatan-kegiatan sosial untuk kesejahteraan masyarakat serta lingkungan,bahkan ada juga yang mendedikasikan hidup mereka sepenuhnya untuk Sang Maha Pencipta. Sekali lagi, ini semua merupakan pilihan.

Yang terpenting adalah mensyukuri kehidupan saat ini dengan menjalani kehidupan ini senikmat mungkin. Menikmati setiap detik moment kehidupan yang tak mungkin terulang. Berjalan dengan satu tujuan. Menandai setiap jengkal setapak yang akan menjadi saksi sejarah hidup kita. Berjalan dan terus berjalan menemukan hal-hal baru. Memilah hal baru untuk dipertahankan atau dibuang. Jika dalam perjalanan ada rintangan, hadapi !!! Jika gagal, itu wajar maka coba lagi ! ! Gagal lagi ?? Coba cari alternative jalan lain. Jika berhasil, selamat kita telah mengalahkan sedikit kelemahan kita. Jika tetap saja gagal ?? Yakinlah yang  baik menurut kita tak sebaik Apa Yg Direncanakan Tuhan untuk kita.  Terus berjalan dan yakinlah suatu hari nanti kita akan menemukan jawaban dari kesuksesan yang tertunda tadi.

Carilah passion hidup kita. Temukan motivasi kita untuk menentukan tujuan hidup. Kenali diri kita untuk menentukan jalan hidup. Ingatlah selalu akan kekuatan Tuhan yang tak pernah keliru menentukan apa yang terbaik untuk umatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar