Senin, 31 Agustus 2015

Aku jatuh cinta pada ketenangan air
Bergerak perlahan tapi pasti
Merunduk walau semakin mendekati hilir

Pernah kumengagumi kemilau matahari
Namun hilang saat petang tiba

Pernah kuterbuai hembusan angin
Namun segera berlalu

Menjadi bunga atau bangkai hanyalah soal persepsi
Tak usah diambil pusing
Jika tak terima akan penilaian oranglain terhadap kita
Rasanya tak sesuai
Tak seburuk itu
Cobalah ingat saat kita seenaknya
Menilai buku usang sebagai hal yg membosankan
Bahagia atau tidaknya kehidupan kita sebenarnya tergantung dari pribadi kita masing-masing. Satu hal yg pasti, hidup tidak mungkin stagnan disatu keadaan. Hidup tidak mungkin datar-datar saja.  Apa tujuan hidup ? Untuk sukses kah ? Untuk bahagia kah ? Untuk apa ?

Setiap orang memaknai kesuksesan hidup mereka dalam standar yang berbeda-beda. Tergantung dari background, motivasi, serta pengetahuan masing-masing individu. Sebagian ada yg memilih hidup hedonisme dan apapun yang berhubungan dengan kesenangan duniawi, ada juga kaum intelektual yang mendedikasikan hidup mereka untuk perkembangan pengetahuan, ada yg menjadikan keluarga sebagai tolok ukur kebahagiaan mereka, banyak juga jiwa-jiwa relawan yang mempelopori kegiatan-kegiatan sosial untuk kesejahteraan masyarakat serta lingkungan,bahkan ada juga yang mendedikasikan hidup mereka sepenuhnya untuk Sang Maha Pencipta. Sekali lagi, ini semua merupakan pilihan.

Yang terpenting adalah mensyukuri kehidupan saat ini dengan menjalani kehidupan ini senikmat mungkin. Menikmati setiap detik moment kehidupan yang tak mungkin terulang. Berjalan dengan satu tujuan. Menandai setiap jengkal setapak yang akan menjadi saksi sejarah hidup kita. Berjalan dan terus berjalan menemukan hal-hal baru. Memilah hal baru untuk dipertahankan atau dibuang. Jika dalam perjalanan ada rintangan, hadapi !!! Jika gagal, itu wajar maka coba lagi ! ! Gagal lagi ?? Coba cari alternative jalan lain. Jika berhasil, selamat kita telah mengalahkan sedikit kelemahan kita. Jika tetap saja gagal ?? Yakinlah yang  baik menurut kita tak sebaik Apa Yg Direncanakan Tuhan untuk kita.  Terus berjalan dan yakinlah suatu hari nanti kita akan menemukan jawaban dari kesuksesan yang tertunda tadi.

Carilah passion hidup kita. Temukan motivasi kita untuk menentukan tujuan hidup. Kenali diri kita untuk menentukan jalan hidup. Ingatlah selalu akan kekuatan Tuhan yang tak pernah keliru menentukan apa yang terbaik untuk umatnya.
Keraguanku mulai sirna seiring berjalanya waktu. Walau butuh waktu perenungan cukup lama, kini aku yakin inilah jalan terbaik dari Allah SWT untukku.Rasanya sungguh lega, ternyata ini jawaban dari pertanyaanku selama ini. Subhanallah, sungguh aku rasakan betul dan takkan pernah kulupa sedetikpun runtutan peristiwa bahagia,kecewa, cemas, bingung, haru yang mengiringiku hingga aku ditempat sekarang. Masih jelas terekam dalam memori ingatan moment dimana aku sangat terpuruk, kecewa menerima kenyataan yang tak sesuai harapan. Kini ketika jawaban itu datang  lagi-lagi baru aku sadari seindah-indahnya rencana manusia lebih indah rencana Tuhan JJ J . Sungguh indah setiap liku perjalanan yang harus aku tempuh untuk menemukan sebuah jawaban. Alhamdulillah.. J J Yyeee.. my new day has really come J
Kedepanya aku hanya berharap semoga aku bisa memberikan kontribusi terbaikku agar bermanfaat bagi semua orang. J J J Salam PPA BCA 37

Ketika kenyataan lebih sering berjalan berlainan dengan arah harapan. Bukan berarti kita harus berhenti berharap. Itu merupakan pertanda kita harus menunduk. Bersyukur atas apa yang belum kita sadari sebagai anugerah yang tanpanya kita bukan apa-apa. Bukan masalah besar/kecil, ikhlas/pamrih, boleh/tidak, dan lain sebagainya. Bukan fisik yang penting untuk diperhatikan, cobalah mulai untuk memperhatikan lebih dalam hal-hal yang tak terlihat, yang ada didalam diri misalnya. Renungkanlah, untuk apa hakikatnya hidup kita ini. Berikan waktu sejenak saja untuk dirimu sendiri. Tanpa memikirkan persepsi orang lain, tanpa mengkhawatirkan masa depan, menyesali masa lalu dan lain sebagainya. Sekali lagi, cobalah berikan waktu untuk diri kita sendiri untuk menikmati saat sekarang ini, detik ini juga tanpa memikirkan hal-hal yg sudah saya sebutkan tadi. Disaat itulah dirimu sebenarnya muncul. Bersyukur, dengan mulai menerima dirimu apa adanya. Tak perlu menjadi siapapun. Tak perlu berpura-pura menjadi sosok yang menyenangkan. Sebaik-baiknya karakter seseorang adalah dengan menjadi dirisendiri