Aku
Aku adalah insan ilahi
Insan yang tak kekal dari noda
Insan yang menuntut kesempurnaan
Aku
Mahakarya terindah dari sang Ilahi
Tak terhitung kenikmatan yang kunikmati dan kuingkari
Tak terhitung noda yang telah kugores
Aku adalah insan yang tak sempurna
Mimpi
Anganku
Kubulatkan tekadku
Kupupuk semangatku
Kusingkirkan jurang itu
Hanya untuk angan dan restumu
Hari
Baru
Kunantikan terlalu lama
Kuharapkan melebihi apapun
Datangnya sekilat keajaiban
Kulalui kegelapan
Bertahan dan jangan menitihkan air suci
Kau bersandar diatas awan
Silau yang hampir membutakanku
Sulit dipercaya
Malaikat telah menyentuhku
Hari baru telah tiba
Jeritan
Tuna Wisma
Inilah nasibku
Berkelana diantara kerumunan saudaraku
Dianggap sampah yang tak memiliki hati
Jika malam menghampiri
Kuterlelap beralaskan lembar kisruhnya negeri ini
Politik ...
Kekuasaan..
Gaya hidup..
Tak penting bagiku
Rasa maluku telah kuggadaikan
Demi memenuhi hasrat perut
Masaku
Masa indahku dan semua telah tiba
Masa putih abu-abu
Masa emasku memupuk prestasi
Masa bebasku berdikari
Masa indahku mencari teman
Hitam dan putih sarat kehidupan
Inilah masa indah kami semua
Pagi
Selalu kurasakan hal berbeda
Sejuk bak insan yang baru bernafas
Segar angin semilir kalbu
Memberikan semangat menggapai harapan hari
Pagi
Tetaplah menjadi pagi yang damai
Dalam mengawali setiap hariku
Hujan
Rintik embun yang turun dari surga
Membasahi bumi yang haus kesucian
Meresap kedalam sukma kehidupan
Mengalir menjalani siklus kehidupan
Hujan
Engkau selalu menyimpan cerita
Cerita indah masa itu
Masa ketika aku sangat bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar