Haii guys... entah mengapa malam
ini pengen bgt rasanya menceritakan sedikit dari jeritan batinku yg agak
menggangu. Ya semoga aja dengan menulis ini, aku bisa tambah ikhlas dan
bersyukur atas apa yg Allah SWT anugerahkan kepadaku. Aminn
Mulai dari mana ya ?? entahlah ..
sejak kapan pikiran ini muncul dibenakku. Seingatku sudah sejak dulu, namun
akhir-akhir ini banyak sekelebat kejadian yg semakin mengguncang prinsipku.
Memang sudah bukan hal yg asing
lagi melihat berbagai berita kriminal yg menghiasi layar televisi kita setiap
harinya. Coba kita pikirkan..dari mulai pencemaran nama baik, penyiksaa,
perampokan.pelecehan seksual, sampai pembunuhan tak pernah absen setiap aku
melihat sekilas info di stasiun tv. Apa
komentarku ?? aku tak pernah berkomentar, parahnya aku yg menganggap hal buruk
seperti itu menjadi hal yg wajar. Dimana kepedulian sosialku ? entahlah..
mungkin karena mereka tak ada hubunganya denganku. Apakah ini ? Apa ini yg
disebut sebagai degradasi moral?
Kita seorang remaja. Biasanya
kebanyakan dari kaumku ini sedang asyik”nya berfikir idealis. Kebanyakan dari
kami berpegangan pada prinsip nasionalisme, moral, pokoknya orientasi kita
lebih pada sesuatu yg kita anggap ideal seperti cerita dinegeri dongeng yg
selalu sempurna. Yaa.. kami adalah remaja. Hobi kita saat ini bisa dikatakan
suka mengkritik orang lain terlebih kinerja para pejabat negeri ini. Misalnya
saja para koruptor. Ketika mendengar kata “koruptor” saja jujur hatiku sangat
geram. Mengapa mahluk seperti ini harus ada ? Tambah geregetanya lagi mengapa
seolah para penegak hukum terkesan “sangat sopan” memberikan hukuman enteng
kepada mereka. Tambah geregetannya lagi kenapa juga para koruptor bisa mendapat
fasilitas bak hotel berbintang meskipun didalam lapas yg “harusnya” dijaga
sangat ketat. Geregaetanya tambah komplit lagi ketika para koruptor itu dengan
gampangnya mendapat potongan masa tahanan dengan alasa inilah itulah
ckckcckck.. *Cuma bisa ngelus dada sih.
Seharusnya kan mereka dihukum seberat mungkin supaya memberikan efek jera,
dihukum mati kek, dimiskinkan kek atau apa kek. Pokoknya intinya perbuatan
mereka itu tak terampuni. Mereka sudah menyalahgunakan kepercayaan masyarakat dengan
memakai uang rakyat untuk memperkaya diri. Itu kesalahan besar. Itulah sekelumit tuntutan kita yg mengarah ke
para koruptor. Mengapa ?? kembali lagi ini membuktikan kita sebagai kaum
idealis yg lebih sering mengamati dan berkomentar namun belum bisa terjun
langsung. Kalau kita sudah terjun langsung, entahlah mungkin beda lagi ceritanya..
Muter-muter ya ?? sebenernya
intinya Cuma mau nunjukin kalo sebagian dari kita bahkan kebanyak atau malah
hampir semuanya dari kita setuju bahwa “KORUPSI” itu dosa dan perbuatan
menjijikkkan yg dianggap sebagai najis yg harus dibersihkan dari diri ini. Sebenarnya kejahatan itu banyak sekali
seperti beberapa contoh perbuatan yg sudah disebutkan diatas tadi. Tapi untuk
saat ini yg lagi booming ya korupsi. Mengapa ?? ya karena sebagian dari kita
sependapat setiap hari berita tentang korupsi oleh para pejabat negara gak ada
habisnya malah tambah seru saja bikin kita geregetan gitu.
Tapi akhir-akhir ini ada sesuatu
yg membuatku semakin tercengang. Entah siapa yg salah ? entah darimana ini
sumbernya ? dan bagaimana cara mengatasinya ? YG jelas untuk saat ini, hal ini
sangat meresahkan. Sistem pendidikan yg bertujuan membentuk karakter manusia yg
cerdas seutuhnya yakni dengan ( IQ,EQ, ESQ) rasanya sudah menyimpang parah.
Entah dengan ungkapan apa yg tepat untuk mendeskripsikan hal ini. Degradasi
moral sudah mencapai kesegala lini. Termasuk kedalam lini pendidikan yg
seharusnya aman karena berfungsi membentuk karakter calon pemimpin bangsa.
Kejujuran nyatanya sudah tak kulihat dikalangan pelajar. Kami semua hanya
terpacu pada satu hal yakni nilai. Kami seakan menghalalkan segala cara hanya
untuk memperoleh predikat nilai “baik” di raport. Padahal nilai tsb belum tentu
menjamin masa depan kita cerah ? yg jelas jika kita menggunakan cara kotor
untuk mencapainya sudah pasti kita akan mendapat dosa, sudah pasti kita
menurunkan karakter kejujuran bangsa ini, dan bisa jadi kita sama dengan para
koruptor yg menghalalkan segala cara hanya untuk mencapai kepentingan pribadi.
Jadi apa bedanya kita dengan koruptor ? Apa bedanya kita dengan orang yg kita
benci ? Apa bedanya kita dengan mereka yg kita harapkan dihukum mati ? Apa
bedanya kita dengan para koruptor yg meski terbukti bersalah tetap
senyam-senyum seperti tak melakukan kesalahan apa-apa ? Apakah kita akan
mengaplikasika pepatah “kuman diseberang lautan tampak sedangkan gajah
dipelupuk mata tak tampak” ? Bukankah kita juga telah menyalahgunakan
kepercayaan orang tua kita yg selalu berdoa demi keselamatan kita ? Apa hak
kita menghujat mereka ? Apa pantas kita disebut sebagai orang Indonesia ? Apa
pantas kita mendapat predikat seorang insan yg beragama ? Apa gunanya kita
menjalankan ajaran agama jika kita tetap dengan sadarnya melakukan hal yg pasti
berdosa ? Sudah hilangkah kepercayaan kita pada kekuatan Tuhan dan kemampuan
diri sendiri ? Sudah tak adakah semangat memperbaiki negeri ini menjadi negeri
yg lebih baik ? Sudah siapkah kita melihat negeri ini hancur ditangan kita ? ?
Masih punya harga dirikah kita dihadapan para pahlawan ? Entah harus darimana
memulai memperbaiki degradasi moral bangsa ini, jika hati sudah tak sejalan
dengan perbuatan. Jika prinsip yg sudah lama dipegang lama-kelamaan ikut luruh
terbawa arus. Mungkin memang tak ada jalan keluar jika hanya karena nila
setitik, rusak susu sebelanga.
“Bangsa ini hancur bukan karena banyak orang
yg tidak jujur melainkan karena banyak orang jujur yg hanya diam”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar