Jumat, 27 Maret 2015

AKU atau KORUPTOR ??

Haii guys... entah mengapa malam ini pengen bgt rasanya menceritakan sedikit dari jeritan batinku yg agak menggangu. Ya semoga aja dengan menulis ini, aku bisa tambah ikhlas dan bersyukur atas apa yg Allah SWT anugerahkan kepadaku. Aminn

Mulai dari mana ya ?? entahlah .. sejak kapan pikiran ini muncul dibenakku. Seingatku sudah sejak dulu, namun akhir-akhir ini banyak sekelebat kejadian yg semakin mengguncang prinsipku.
Memang sudah bukan hal yg asing lagi melihat berbagai berita kriminal yg menghiasi layar televisi kita setiap harinya. Coba kita pikirkan..dari mulai pencemaran nama baik, penyiksaa, perampokan.pelecehan seksual, sampai pembunuhan tak pernah absen setiap aku melihat sekilas info di stasiun tv.  Apa komentarku ?? aku tak pernah berkomentar, parahnya aku yg menganggap hal buruk seperti itu menjadi hal yg wajar. Dimana kepedulian sosialku ? entahlah.. mungkin karena mereka tak ada hubunganya denganku. Apakah ini ? Apa ini yg disebut sebagai degradasi moral?

Kita seorang remaja. Biasanya kebanyakan dari kaumku ini sedang asyik”nya berfikir idealis. Kebanyakan dari kami berpegangan pada prinsip nasionalisme, moral, pokoknya orientasi kita lebih pada sesuatu yg kita anggap ideal seperti cerita dinegeri dongeng yg selalu sempurna. Yaa.. kami adalah remaja. Hobi kita saat ini bisa dikatakan suka mengkritik orang lain terlebih kinerja para pejabat negeri ini. Misalnya saja para koruptor. Ketika mendengar kata “koruptor” saja jujur hatiku sangat geram. Mengapa mahluk seperti ini harus ada ? Tambah geregetanya lagi mengapa seolah para penegak hukum terkesan “sangat sopan” memberikan hukuman enteng kepada mereka. Tambah geregetannya lagi kenapa juga para koruptor bisa mendapat fasilitas bak hotel berbintang meskipun didalam lapas yg “harusnya” dijaga sangat ketat. Geregaetanya tambah komplit lagi ketika para koruptor itu dengan gampangnya mendapat potongan masa tahanan dengan alasa inilah itulah ckckcckck..  *Cuma bisa ngelus dada sih. Seharusnya kan mereka dihukum seberat mungkin supaya memberikan efek jera, dihukum mati kek, dimiskinkan kek atau apa kek. Pokoknya intinya perbuatan mereka itu tak terampuni. Mereka sudah menyalahgunakan kepercayaan masyarakat dengan memakai uang rakyat untuk memperkaya diri. Itu kesalahan besar.  Itulah sekelumit tuntutan kita yg mengarah ke para koruptor. Mengapa ?? kembali lagi ini membuktikan kita sebagai kaum idealis yg lebih sering mengamati dan berkomentar namun belum bisa terjun langsung. Kalau kita sudah terjun langsung, entahlah mungkin beda lagi ceritanya..

Muter-muter ya ?? sebenernya intinya Cuma mau nunjukin kalo sebagian dari kita bahkan kebanyak atau malah hampir semuanya dari kita setuju bahwa “KORUPSI” itu dosa dan perbuatan menjijikkkan yg dianggap sebagai najis yg harus dibersihkan dari diri ini.  Sebenarnya kejahatan itu banyak sekali seperti beberapa contoh perbuatan yg sudah disebutkan diatas tadi. Tapi untuk saat ini yg lagi booming ya korupsi. Mengapa ?? ya karena sebagian dari kita sependapat setiap hari berita tentang korupsi oleh para pejabat negara gak ada habisnya malah tambah seru saja bikin kita geregetan gitu.  

Tapi akhir-akhir ini ada sesuatu yg membuatku semakin tercengang. Entah siapa yg salah ? entah darimana ini sumbernya ? dan bagaimana cara mengatasinya ? YG jelas untuk saat ini, hal ini sangat meresahkan. Sistem pendidikan yg bertujuan membentuk karakter manusia yg cerdas seutuhnya yakni dengan ( IQ,EQ, ESQ) rasanya sudah menyimpang parah. Entah dengan ungkapan apa yg tepat untuk mendeskripsikan hal ini. Degradasi moral sudah mencapai kesegala lini. Termasuk kedalam lini pendidikan yg seharusnya aman karena berfungsi membentuk karakter calon pemimpin bangsa. Kejujuran nyatanya sudah tak kulihat dikalangan pelajar. Kami semua hanya terpacu pada satu hal yakni nilai. Kami seakan menghalalkan segala cara hanya untuk memperoleh predikat nilai “baik” di raport. Padahal nilai tsb belum tentu menjamin masa depan kita cerah ? yg jelas jika kita menggunakan cara kotor untuk mencapainya sudah pasti kita akan mendapat dosa, sudah pasti kita menurunkan karakter kejujuran bangsa ini, dan bisa jadi kita sama dengan para koruptor yg menghalalkan segala cara hanya untuk mencapai kepentingan pribadi. Jadi apa bedanya kita dengan koruptor ? Apa bedanya kita dengan orang yg kita benci ? Apa bedanya kita dengan mereka yg kita harapkan dihukum mati ? Apa bedanya kita dengan para koruptor yg meski terbukti bersalah tetap senyam-senyum seperti tak melakukan kesalahan apa-apa ? Apakah kita akan mengaplikasika pepatah “kuman diseberang lautan tampak sedangkan gajah dipelupuk mata tak tampak” ? Bukankah kita juga telah menyalahgunakan kepercayaan orang tua kita yg selalu berdoa demi keselamatan kita ? Apa hak kita menghujat mereka ? Apa pantas kita disebut sebagai orang Indonesia ? Apa pantas kita mendapat predikat seorang insan yg beragama ? Apa gunanya kita menjalankan ajaran agama jika kita tetap dengan sadarnya melakukan hal yg pasti berdosa ? Sudah hilangkah kepercayaan kita pada kekuatan Tuhan dan kemampuan diri sendiri ? Sudah tak adakah semangat memperbaiki negeri ini menjadi negeri yg lebih baik ? Sudah siapkah kita melihat negeri ini hancur ditangan kita ? ? Masih punya harga dirikah kita dihadapan para pahlawan ? Entah harus darimana memulai memperbaiki degradasi moral bangsa ini, jika hati sudah tak sejalan dengan perbuatan. Jika prinsip yg sudah lama dipegang lama-kelamaan ikut luruh terbawa arus. Mungkin memang tak ada jalan keluar jika hanya karena nila setitik, rusak susu sebelanga. 

 “Bangsa ini hancur bukan karena banyak orang yg tidak jujur melainkan karena banyak orang jujur yg hanya diam”

Kamis, 05 Maret 2015

You're so specials

Tak ada hal yg lebih menyayat hati 

Menjadi saksi turunya air suci

Tak ada hal yg lebih menguras hati 

Menjadi alasan gundahnya hatimu

Tak ada hal yg lebih menyiksa hati

Tak berdaya berbuat sedikitpun


Hujan dan petir ini

Menambah runyam suasana 

Lagi lagi dan lagi

Semua ini terasa berulang kembali

Seperti siklus air menjadi hujan 

Semua akan terus terjadi

 

Tak ada yg kupinta

Tak ada yg kuharapkan

Bahkan nafasku akan kukorbankan

Jika itu bisa membuat alasan hidupku tersenyum kembali

 

In everything I do

In every single minutes of my breath

You're so bad specials