Rabu, 29 Oktober 2014
Minggu, 26 Oktober 2014
SELAMAT MENEMPUH UN 2015
Ujian nasional kembali membayangiku tahun ini. Walau keluarga meyakinkanku untuk santai tetap saja ujian kali ini membuatku sedikit gusar. Mata pelajaran yg didominasi abstrak memang membutuhkan strategi ekstra untuk lebih memahaminya. Hati kecil menyalahkan logikaku, salah siapa masuk IPA ?? toh nantinya juga mau ngambil jurusan IPS kan. Udah jalanya begini mungkin ya.. :) Menyesal memang bukanlah solusi saat ini, toh dengan masuk IPA aku mendapat beberapa keuntungan juga. Ya beginilah sisi burukku, mudah terpedaya oleh realitas kehidupan hingga mengesampingkan keinginanku sendiri. Semoga nantinya aku bisa menemukan obat dari penyakitku ini.
Kembali ke UAN. Saat ini, hampir semua teman sekolegaku riweh bgt kalo bahas soal UAN. Cara mereka mengekspresikan beda-beda, ada yg rajin ikut bimbel, mendadak rajin belajar tiap malem, sok baik sama anak-anak pinter, sampe beli kunci jawaban UAN :( . Ya Allah.. sungguh sikap mereka membuatku gelisah. Kenapa hingga detik ini aku masih santai-santai saja ??. Jangan ditanya soal niat, niatku sudah bulat berlapis baja untuk naik kejenjang berikutnya, tinggal niat pelaksanaanya yg masih kedip-kedip merah. 5 Bulan waktu yg tersisa, semoga janji-janji lisan hatiku ini tak hanya menjadi sebuah ikrar yg akan menguap dalam waktu. Yukk mari selamat belajar, ambil kuda-kuda dari sekarang, semangat meraih masa depan. Nikmati setiap lembar kertas proses yang telah kita pilih. Semua itu auatu saat akan tertutup menjadi sebuah buku cerita hidup kita masing-masing. Apapun itu pasti bermanfaat. IPA/IPS hanya sebuah lebel identitas kita saat ini, yg membukikan jati diri kita kelak ya pilihan kita sendiri. So guys.. Selamat Menempuh UN 2015. Semoga kita semua tergolong para siswa yang mendapat nikmat sang "Pemilik Ilmu" dan diberi kemudahan menempuh jembatan yg lebih tinggi untuk mencapai ujung yang kita idamkan masing-masing.
Kamis, 23 Oktober 2014
Entah apa ini :)
Bersikaplah objektif karena tak semua yg ada di cerita dongeng terjadi didunia nyata. Jangan terlalu banyak berharap agar kita tidak mudah kecewa. Sebagai seorang wanita memiliki perasaan yg peka merupakan suatu harta karun, namun hal ini juga dapat menjadi boomerang. Jangan terlalu menggunakan perasaan untuk semua keputusan kita. Terkadang karena mengikuti naluri perasaan inilah yg membuat wanita sering tampak sebagai mahluk yang lemah. Tak jarang, sebagian dari kita juga terlalu totalitas dalam mecurahkan isi perasaan . Hingga sebagian dari kita kerap lupa bahwa perasaan kita sebagai seorang wanita tidak hanya ditotalkan untuk inspirasi hati melainkan juga untuk ibu (keluarga) dan ALLAH SWT sebagai pemilik mutlak perasaan kita. So guys jangan lupa tetap gunakan logika disetiap keputusan kita agar kita tidak terjerumus kedalam dunia khayalan yg ditenggelamkan oleh kemilau perasaan fana.
Langganan:
Komentar (Atom)