Selasa, 13 Agustus 2024

Ada sekelompok orang bilang manusia modern tidak sepenuhnya hidup.  Hari-hari selalu kita penuhi dengan bayang masa lalu dan harapan masa depan. Kita hampir tidak pernah menikmati hidup kita saat ini, ya saat ini detik ini juga.
Setiap hari kita selalu sibuk dengan kegiatan yang kita harapkan dapat membuat hidup kita kelak bahagia. Seperti misalnya saat ini saya masih SMA, bayangan saya pasti akan bahagia kelak jika saya mendapat pekerjaan yang saya senangi, dapat tumbuh cantik dan bebas masalah wajah, ( jerawat :(( ), dapat membahagiakan orang-orang disekitar, mendapat suami yang sesuai, keluarga yang bahagia, dapat melakukan semua hal yang saya inginkan dsb. Menyenangkan bukan berkhayal seperti itu ? hari-hari kita sering pula hanya untuk membayangkan masa lalu misalnya saja ah kemarin jam segini aku dan teman-teman sedang berlibur, kemarin lusa jam segini aku lagi makan sama "my crush", seminggu yg lalu aku dapet hp baru dari mama, sebulan yg lalu aku menang lomba. Atau kita termasuk orang "baper" yg suka menyesali segala sesuatu misal duh kemarin kenapa aku bilang gini, kenapa aku gak belajar, kenapa aku marah sama dia, kenapa aku begini dll. Jika hari-hari kita masih didominasi oleh pikiran-pikiran seperti itu sungguh kita belum bisa dikatakan "menikmati hidup".
Coba kita renungkan lagi, adakah diantara kita ketika sedang berkumpul ngobrol sama teman atau kerabat tapi lebih sering megang smartphone ?. Adakah diantara kita yang mendengarkan sahabat curhat tapi tangan tetep asyik sama smartphone ? Adakah diantara kita ketika sedang berjalan atau duduk tapi pikiran kita melayang entah kemana seperti duh habis ini ulangan padahal belum belajar, duh laper nih tapi lupa bawa uang saku, nanti pulang sekolah mau main apa langsung pulang ya. Tak bisakah kita berhenti berkutat dengan masa lalu atau masa depan ?? Tak bisakah kita menikmati kegiatan kita saat ini detik ini juga secara keseluruhan dengan menghadirkan jasad, hati, serta pikiran kita fokus untuk kegiatan kita saat ini detik ini saja ?? Tak bisakah kita sadar sepenuhnya akan kegiatan kita saat ini detik ini juga tanpa memikirkan apapun yang tak ada hubunganya ? Jika belum, berarti kita belum benar-benar hadir hidup menikmati saat ini. Hidup kita lebih berkutat untuk memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan hari esok.

Draft sejak tahun 2015
Masalah ? atau para tokoh bijak menyebutnya anugerah karena enggan menyebut hal negatif dalam kamus hidupnya. Bener ga sih semakin bertambah usia kita semakin banyak juga maslah kompleks yg harus kita hadapi ? tapi yang ga gue ngerti kenapa semakin bertambah usia masalah yg agaknya sepele dan ga perlu terjadi malah jadi duarr. Satu pepatah yg bener bgt menurut gue bahwa bertambah tua itu pasti tapi dewasa itu pilihan. Thats it. Ya Allah rasanya kepala kayak mau pecah ini. Makin hari bukanya makin tenang ada aja masalah baru. Ya Allah bantulah hambamu ini memilih mana yg baik mana yg buruk. Ya Allah bimbinglah jalan hambamu yg masih terseok seok ini kejalan yg Engkau Ridhai. Ya Allah hamba tau masalah ini sebenarnya begitu sepele. Tapi kenapa begitu sakit rasanya ? Ya ALLAH jika memang yg salah ada pada diri hamba. Berikanlah hamba petunjuk untuk memperbaiki kesalahan tsb.

Ya tergantung. Mungkin memang benar, semakin hari, semakin meningkat fase kehidupan manusia semakin banyak kata tergantung yg terucap. Dulu saat kita masih duduk di sekolah dasar bila ada pertanyaan narkoba baik tidak ? tentu dengan lantang kita jawab tidak. Atau menjawab tegas dua ketika ditanya satu tambah satu berapa. Akan berbeda jawaban kita saat ini, mungkin ketika ada pertanyaan narkoba baik tidak ? kita akan lebih menjawab tergantung, jika utuk tujuan medis baik jika disalah gunakan baru tidak baik. Lalu ketika ada pertanyaan simple 1 tambah 1 maka jawaban kita mungkin juga tergantung

Draft sejak tahun 2017
Hai....

2 Tahun sudah kita tak saling tatap. Ya sepertinya kita lebih sering saling tatap daripada berbicara. Seolah tanpa mengucap satu katapun jelas apa yg kita bicarakan dengan saling tatap. mungkin terkesan berlebihan atau mungkin kalian akan berfikir ahh itu mah kamunya aja yg kegeeran.Entahlah.. aku sendiri tak mengerti sampai detik ini mengapa magnetnya begitu kuat dihatiku. Bahkan banyak lelaki yang jauh lebih hebat darinya pun tak berhasil membuatku berpaling total. Aku jatuh cinta.. atau hanya perasaan ingin memiliki ? aku suka caramu menatapku, namun aku tak suka caramu berbicara pada ku melalui tatapan itu. Aku suka ketika kita saling menundukkan kepala ketika bertemu. Aku suka caramu menanyakan sesuatu padaku. Tapi aku benci cara ku salah tingkah menjawabnya. Aku suka caramu berjalan, berbicara, tersenyum, bergurau,berteman, dan semuanya. Aku kagum dengan prinsip dan gaya berpikirmu. Kamu tak pernah jadi siapapun. Selalu menjadi diri sendiri dimanapun. Tak pernah serakah ingin memiliki apapun walaupun nyatanya kau memiliki segalanya. Tak pernah kau mengumbar popularitas ataupun tebar pesona seperti yang lain. Tak pernah kau marah ketika tak mendapat nilai baik, tak pernah kau menyalahkan orang lain atas hasilmu sendiri, tak pernah kau berprasangka buruk ke orang lain, tak pernah sekalipun kau tersinggung, i love u that way. 
Ketika sudah lama kita tak saling tatap. Ketika sudah semakin jarang aku memikirkanmu. Namun mengapa rasa ini kembali lagi ?? Mengapa aku selalu merasa dekat ? 
Hampir yakin aku ketika itu bahwa kau hanyalah cinta monyetku. Cinta monyet yg harus segera kuhapus untuk menatap cinta yg sesungguhnya. Ya Allah mengapa sampai sejauh ini berat rasanya. 

Draft tahun 2017...

Aku rasa masih terlalu jauh. Tapi mengapa semua ini terasa dekat. Seolah lusa kan terjawab semuanya. Tapi ertanyaanya sekarang, seberapa jauh lusa itu? Rasanya ingin kutinggalkan makna yg masih buram ini. Yang kian hari serasa kian abu-abu saja. Kian tak jelas, bimbang dan gelisah menyapa di hariku yg kosong. Seakan tanpa makna, tanpa rekan. Lalu buat apa aku disini ??  Berjuang untuk apakah aku disini jika tujuan hidup untuk kembali.

 

 Draft dari tahun 2017 yg baru diposting 2024

 Hai kawan lama 


Sudah lama sekali semenjak kali terakhir kamu minta doa agar lancar mengerjakan ujian masuk perguruan tinggi impianmu.

Apakabar ? :)