Jumat, 04 Desember 2015

Cintailah orang yg kau cinati sekedarnya saja,Siapa tau suatu saat ia akan menjadi orang yg kau benci. Dan bencilah orang yg kau benci sekedarnya saja siapa tau ia kelak akan menjadi orang yg kau cintai. Ali bin Abi Thalib.

Sesuatu yg berlebihan memang terbukti gak baik. Misalnya saja sayur yg kelebihan garam sedikit saja rasanya menjadi asin tak enak.  Mau pergi kesuatu tempat, eh kelewatan bisa fatal kan kalo dijalanan kota besar harus putar balik jauh lagi, tidak hanya itu obat aja yg diminum dg dosis terlalu tinggi bukanya menyembuhkan malah mematikan kan. Nah masih banyak lagi contoh yg membuktikan bahwa sesuatu yg berlebihan itu gak baik. Yang sedang-sedang saja,.. yg sewajarnya saja..

Apalagi manusia,

Yang faktanya Hatinya sellalu berputar. Kadang ini lalu itu. Kadang seperti ini lalu seperti itu.  Selalu berputar bergantung sang pemilik hati.  Pikiranya selalu dipenuhi prasangka.  Mudah marah, mudah baik, mudah suka, mudah bosan, mudah terpengaruh, mudah menjalin hubungan, mudah memutus hubungan. Karena manusia hanyalah manusia.

Mencintai sesuatu boleh saja, namun jangan berlebihan.  Terlebih mencintai seseorang harus lebih berhati-hati, faktanya tak sedikit yg kemudian berubah menjadi benci. Sayang sekali bukan.

Membencipun juga harus berhati-hati. Tak jarang pula yg berbalik menjadi cinta. Karena cinta dan benci nyaris tak memiliki batas. Sangat tipis.  Kita tak punya kuasa menahan cinta dan sulit sekali menghindari benci. Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikanya sebelum mengakar dan sulit di cabut. Mencintai sewajarnya dan jikapun kita membenci sesuatu walaupun itu dilarang bencilah dengan sewajarnya saja. Ingat sesuatu yg berlebihan itu tak baik.

Bahagia secukupnya. Sedihpun seperlunya saja. Jangan terlalu larut akan kebahagiaan. Kamu akan terlena. Jangan terlalu kalut dalam kesedihan dan kegagalan.  Keputusasaan akan senang hati menghampirimu. Melibatkan hati dalam keputusan sehari-hari memang baik. Karena manusia memiliki intuisi. Namun jangan biarkan hati menguasai otak juga. Karena dalam hidup perlu rasionalitas. Kita hidup didunia yg materialistik bukan di negeri yg idealis seperti rapunzel atau putri salju.Hehehehehe...

 Jadi Mencintai sewajarnya. Bahagia secukupnya. Sedihpun seperlunya saja .  Good Night J